Pasca Perang Makasar 1666 - 1669 Masihi

OLEH: Haziq Azhar

Menurut Yani, A. (2018), Kedatangan para pengungsi dan pengembara ke berbagai daerah di Nusantara pasca Perang Makassar tentu dilatari oleh pengetahuan mereka sebelumnya terhadap wilayah setempat melalui hubungan pelayaran dan perdagangan. Pra Perang Makassar, hubungan pelayaran dan perdagangan antara kesultanan Makassar dengan kesultanan-kesultanan Islam lain di Nusatara telah terjalin dengam baik. Sehingga, ketika Makassar dikalahkan oleh VOC Belanda yang menyebabkan banyak pengungsi/pengembara Sulawesi Selatan ke daerah lain di Nusantara dengan mudah dapat diterima oleh penguasa setempat. Bahkan, secara politik masyarakat dari berbagai kerajaan Islam di Sulawesi Selatan telah menjalin hubungan kekuasaan yang baik dengan kesultanan-kesultanan Islam lain di Nusantara yang diperlihatkan melalui para pengungsi/pengembara Bugis- Makassar. Sehingga dalam persfektif orang Belanda bahwa: de Boegineezen, hoezeer stoute zeevaarders en geode kolonisten (orang Bugis pelaut gagah berani dan penduduk baru/koloni yang baik).

Oleh itu, tidak menghairankanlah kenapa orang Bugis dan Makasar telah wujud di pelbagai daerah di Kesultanan - Kesultanan Melayu seperti Riau - Lingga, Aceh, dan Pahang.

RUJUKAN:  
Yani, A. (2018). DAMPAK PERANG MAKASSAR TERHADAP UMAT ISLAM SULAWESI SELATAN ABAD XVII-XVIII M. Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 6(1), 113-131.

Link: http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/5460/4831



___________________________
~ Haziq Azhar ~
Lajnah Makalah Sejarah
_____________________________






Dapatkan buku Menangkis Fitnah Yang Terpalit Pada Bani Umayyah! Untuk keterangan lanjut sila KLIK DI SINI .



Comments