Ukiran Tatah - Ragam Hias Rumah Banjar

OLEH: Abu Amru Radzi Othman


Masyarakat Banjar memiliki 12 jenis rumah mengikut taraf sosial dan jawatan dalam kerajaan Banjar. Setiap rumah ini memiliki ragam hias tertentu.

Ukiran pada rumah Bumbungan Tinggi tidak akan sama dengan ukiran yang ada pada rumah Palimbangan. Begitu juga ukiran pada rumah Gajah Baliku tidaklah selalu sama dengan ukiran yang dipakai para rumah Cacak Burung atau Anjung Surung.

Namun ada juga ragam hias yang dianggap universal kerana diterapkan kepada semua tanpa melihat jenis rumah.

Pada kesempatan ini kita tidak akan bicarakan tentang jenis-jenis rumah masyarakat Banjar sebaliknya menjurus kepada motif ukiran kayu.

Secara asasnya ukiran kayu dalam masyarakat Banjar disebut sebagai 'tatah' yang maksud kata ini telah dijelaskan dalam Kamus Dewan Bahasa sebagai memahat.

Seni tatah itu terbahagi kepada 3 jenis iaitu:

(i) Tatah Surut - ukiran berbentuk relief

(ii) Tatah Babuku - ukiran berbentuk tiga dimensi

(iii) Tatah Baluang - ukiran berlubang atau berkerawang

Ada tempat atau bahagian rumah yang akan diberi Tatah Baluang, ada yang hanya perlu Tatah Babuku atau Tatah Surut. Begitu juga sesetengah dari ukiran ini akan diberi warna seperti warna emas, kuning, hijau, merah dan putih. Sedangkan sesetengahnya lagi dibiarkan begitu sahaja.

Tempat letak ukiran pada rumah Banjar itu berada pada banyak tempat tetapi disini kita hanya senaraikan 11 tempat utama sahaja.

(1) Bumbungan - bumbung rumah

Selalunya ukiran lebih tertumpu pada Pucuk Bumbungan atau Sungkul Atap iaitu bahagian yang berada di bahagian atas atap di hujung sekali. Dalam panggilan masyarakat Melayu secara umum adalah Tunjuk Langit.

Begitu juga pada Tawing Layar atau dalam bahasa Melayu disebut Tebar Layar, akan diberi hiasan berukir - selalunya jenis Tatah Baluang.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- paku alai
- sungkul kanas (nenas)
- tombak
- keris
- piramida (piramid)
- anak catur
- bulan bintang
- jamang
- lidah api
- halilipan (lipan)
- babalungan hayam (balung ayam)
- bogam (rangkaian bunga melati atau mawar)

(2) Pilis @ Papilis @ Baturan Atap

Adalah papan yang dipasang mengelilingi cucur atap. Dalam bahasa Melayu dipanggil Papan Manis atau Papan Cantik atau Kening Atap.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- runcing gagatas
- pucuk rabung (pucuk rebung)
- paku alai
- tali bapintal (tali berpintal)
- gagalangan (gelang)
- dadaunan (dedaunan)
- kulat karikit (kulat sisir)
- kumbang bagantung (kumbang bergantung)
- i-itikan (itik?)
- sarang wanyik (sarang lebah)
- kambang cangkih (kembang cengkih)
- gigi haruan
- kapala burung enggang
- kapala naga

(3) Tangga

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- buah kanas (nenas)
- buan manggis
- kambang melati (bunga melati)
- kambang talipuk
- tongkol daun pakis
- buah belimbing
- payung
- bulan sabit
- tali bapintal
- dadaunan
- buah mengkudu
- sulur-suluran
- tali bapintal
- bentuk geometri
- bogam melati
- galang bakait (gelang berkait)
- anak catur
- huruf S

(4) Palatar / Palataran - pelantar

Adalah bahagian ruangan depan rumah tanpa dinding yang selalunya diguna sebagai tempat menerima tetamu biasa, bersantai atau jemuran.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- hiris gagatas
- pucuk rabung (pucuk rebung)
- daun paku
- sarang wanyik (sarang lebah)
- dadaunan
- sulur-suluran
- buah mengkudu
- bogam melati
- gagalangan

(5) Lawang - pintu

Ukiran pada pintu utama dan beberapa pintu yang lain adalah:

- tali berpintal berbentuk bundar telur
- sulur-suluran
- bunga-bungaan
- khat Arab
- hiris gagatas
- pancar matahari
- daun jaruju

(6) Lalungkang - tingkap

Ukiran pada 'dahi' tingkap atau pada daun tingkap, selalunya berbentuk Tatah Baluang.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- bulan penuh
- bulan sahiris (bulat sehiris / bulan sabit)
- bulan bintang
- bintang sudut lima
- daun jalukap
- daun jaruju
- bunga tanjung

(7) Watun - lantai

Bukan semua lantai akan diukir sebaliknya hanya pada tempat tertentu.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- tali bapintal
- sulur-suluran
- dadaunan
- kambang taratai (kembang teratai)
- kacapiring
- kananga (bunga kenanga)
- kambang matahari
- buah-buahan

(8) Tataban

Adalah semacam papan yang terdapat pada bahagian bawah dinding dalam rumah yang kalau dalam bahasa rojak disebut 'Papan Skirting'.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- tali bapintal
- dadaunan
- sulur-suluran

(9) Tawing - dinding rumah

Hanya beberapa bahagian dinding sahaja yang diukir.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- tali bapintal
- buah-buahan
- dadaunan
- khat arab

(10) Sampukan Balok

Rumah Banjar tidak mempunyai siling sehingga sambungan-sambungan batang balok kelihatan lalu diberi sedikit ukiran.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- dadaunan
- garisan geometri

Rumah masyarakat Banjar pada masa dahulu memiliki loteng yang dipanggil Galadak. Lantai galadak yang menjadi siling tidak diberi ukiran.

(11) Gantungan Lampu

Zaman dahulu sebelum adanya elektrik, masyarakat Banjar memakai pelita minyak dan lampu gantung antik yang dipasang / diikat pada balok rentang. Pada sekeliling pangkal tali gantungan lampu akan diberi ukiran.

Antara ukiran yang ditatah adalah:

- dadaunan
- bunga-bungaan

[Kesimpulan]
Nampaknya motif ukiran kayu masyarakat Banjar itu merangkumi pelbagai bentuk yang dapat dipecahkan kepada 6 iaitu:

(i) flora
(ii) fauna
(iii) peralatan / senjata
(iv) alam semesta
(v) huruf / khat
(vi) geometri

Sekadar himbauan untuk semua, setelah masyarakat Nusantara ini menerima Islam maka kita haruslah berusaha sebolehnya untuk meninggalkan ukiran-ukiran yang jelas berbentuk haiwan (fauna) lantaran hukum mengukir haiwan adalah ditegah dalam Islam.

Dan semoga segala seni budaya kita yang menepati syarak akan dipertahankan lantaran ia merupakan khazanah yang sangat berharga.


___________________________
Abu Amru Radzi Othman

Comments